Monday, January 7, 2013

Krisis Air Bersih


             Krisis atau kelangkaan air bersih telah melanda berbagai negara termasuk Negara Indonesia. Kelangkaan air bersih tak diragukan lagi disebabkan oleh manusia sendiri. Kegiatan yang dilakukan oleh manusia mempengaruhi siklus air dan menyebabkan pencemaran air. Siklus air yang terganggu dan pencemaran air menyebabkan timbulnya kelangkaan air bersih.
Baik pada musim kemarau maupun penghujan kelangkaan air bersih tetap menghantui. Pada musim kemarau jelas kelangkaan air bersih dikarenakan berkurangnya debit air karena menguap sedangkan pada musim penghujan dikarenakan surplus air yang kerap mengakibatkan banjir sehingga sumber air tidak dapat dimanfaatkan.
Kelangkaan air bersih membuat sebagian besar penduduk Indonesia terpaksa mengkonsumsi air yang seharusnya tidak layak minum. United States Agency for International Development (USAID) dalam laporannya (2007), menyebutkan, penelitian di berbagai kota di Indonesia menunjukkan hampir 100 persen sumber air minum kita tercemar oleh bakteri  E Coli dan Coliform.
Kegiatan manusia yang menyebabkan kelangkaan air bersih antara lain  :
1.       Daerah serapan air yang digunakan sebagai pemukiman baru
Banyaknya jumlah penduduk di Indonesia menuntut Indonesia untuk menyediakan lahan bagi penduduknya untuk tinggal sehingga sebagian besar penduduk Indonesia yang tidak memiliki lahan memilih tempat tinggal di daerah bekas serapan air. Daerah serapan air ditimbun sebelum akhirnya menjadi pemukiman. Daerah resapan air yang ditimbun menyebabkan air hujan tidak dapat ditampung sebagai salah satu sumber air yang bersih.
2.       Limbah industry dan rumah tangga yang dibuang di daerah aliran sungai
Penduduk Indonesia yang tinggal di dekat daerah aliran sungai sebagian besar membuang limbahnya ke dalam sungai yang menyebabkan air sungai tercemar dan sumber air bersih berkurang. Air sungai yang tercemar juga menyebabkan makhluk hidup yang ada didalamnya mati. Selain itu sampah yang menumpuk juga menyebabkan pemukiman yang kumuh dan banjir.
Selain limbah rumah tangga, limbah industry yang berasal dari berbagai perusahaan yang dibuang ke sungai juga menyebabkan berkurangnya kualitas air bersih.
Limbah rumah tangga dan limbah industry tak semuanya bisa diuraikan secara alami oleh makhluk hidup agar menjadi zat yang ramah lingkungan, tetapi justru berbalik membunuh makhluk hidup secara langsung maupun tidak langsung.
Mengatasi kelangkaan air bersih harus dilakukan secara terus-menerus karena hasilnya dirasakan setelah dilakukukan dalam jangka panjang atau tidak dapat dirasakan secara cepat(langsung).
Upaya penyelamatan lingkungan demi mengatasi krisis air bersih dapat dilakukan melalui             :
1.       Menggalakkan gerakan hemat air
2.       Menggalakkan gerakan menanam pohon
3.       Melakukan pembersihan pada sungai yang tercemar
4.       Membuat tempat penampungan limbah
5.       Pelestarian hutan, daerah resapan air dan daerah aliran sungai (DAS)
6.       Pembangunan tempat penampungan air hujan seperti waduk sehingga airnya bisa dimanfaatkan saat musim kemarau serta meminimalkan air hujan yang terbuang ke laut
7.       Mengurangi pencemaran air baik oleh limbah rumah tangga, industri dan limbah-limbah lain.
Oleh karena itu, mari jaga kebersihan. Lingkungan juga mencerminkan sikap pemilik yang bersih. Apabila bukan kita yang menjaga negara ini, siapa lagi? negara ini masih memiliki jalan panjang untuk menjadi negara yang maju. Kita bisa melakukannya dari hal-hal yang kecil seperti membuang sampah pada tempatnya. Apabila Negara bersih tentu penduduknya akan nyaman tinggal di dalamnya. Lingkungan yang bersih tidak hanya air yang bersih tetapi juga hati dan pemerintahan yang bersih. Let’s save our country guys and always do the best!
http://alamendah.wordpress.com/2010/10/15/krisis-air-bersih-di-indonesia-yang-kaya-air/