Friday, May 24, 2013

LAPORAN HASIL PENGAMATAN OSMOSIS



A. Hari, tanggal            : Senin, 17 September 2012
B. Tujuan                       : Mengamati proses osmosis.
C.  Dasar Teori              :
1.     Difusi adalah penyebaran molekul zat dari konsentrasi (kerapatan) tinggi ke konsentrasi rendah tanpa menggunakan energy
2.     Osmosis adalah perpindahan ion atau molekul air (pelarut) dari kerapatan tinggi ke kerapatan rendah dengan melewati suatu membrane.
D.Alat dan Bahan       :
1.     Kentang
2.     Larutan gula 5%
3.     Larutan gula 10%
4.     Air
5.     3 buah gelas beker
6.     Silet
7.     Timbangan
8.     Pinset
9.     Pemotong silinder
E.  Cara Kerja                :
1.     Potonglah kentang dengan pemotong silinder sebanyak 6 buah dan buang kulitnya
2.     Timbang masing- masing potongan kentang
3.     Tuang larutan gula 5%, 10% dan air pada gelas beker yang berbeda
4.     Masukkan 2 potongan kentang ke dalam tiap-tiap gelas beker
5.     Diamkan selama 30 menit
6.     Timbang kembali potongan kentang yang sudah direndam selama 30 menit tersebut.






F.   Hasil Pengamatan dan Pembahasan    :
Nama

Berat (gr)

Tekstur

Kentang
Larutan
Sebelum
Sesudah
Sebelum
Sesudah
1
Gula 10%
3,8
3,5
Keras
lembek
2
Gula 10%
3,5
3,1
Keras
lembek
3
Gula 5%
2,4
2,3
Keras
Agak lembek
4
Gula 5%
4,7
5,1
Keras
Agak lembek
5
Air
3,4
3,7
Keras
Keras
6
Air
3,3
3,5
Keras
Keras

Saat kentang direndam dalam larutan gula 10% dan 5% akan terjadi perpindahan air secara osmosis dari sel-sel kentang keluar menuju ke larutan sehingga mengalami penyusutan berat dari berat awal. Sel-sel kentang kekurangan air (isi sel), akibatnya terjadi plasmolisis yang mengakibatkan penurununan tekanan turgor. Jika tekanan turgor menurun akibatnya kentang menjadi empuk dan lembekTerjadi penurunan berat kentang akibat perpindahan air dari sel-sel kentang ke larutan. Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.
kentang yang direndam dalam aquades, terjadi peristiwa yang berkebalikan. Air dari larutan masuk ke dalam sel-sel kentang, karena larutan yang hipotonis.. Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.
G.Kesimpulan              :
Osmosis merupakan difusi air melintasi membran semipermeabel dari daerah dengan konsentrasi air tinggi ke daerah dengan konsentrasi air yang rendah.
Dapat  disimpulkan bahwa kentang yang mengalami penambahan berat terjadi karena larutan bersifat hipotonis terhadap kentang. Sedangkan jika terjadi pengurangan berat karena larutan bersifat hipertonis terhadap kentang. Keras lunaknya kentang dan wortelbergantung pada konsentrasi larutan. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.

H.Daftar Pustaka        :
Syamsuri, Istamar, dkk.2007.Biologi Jilid 2A untuk SMA Kelas XI Semester 1. Malang:Erlangga.
Google.com

LAPORAN HASIL PENGAMATAN EPIDERMIS BAWANG MERAH DAN Rhoe discolor


 A. Hari, tanggal            : Senin, 3 September 2012
B. Tujuan                       :
1.     Untuk mengetahui bentuk dan bagian- bagian dari sel epidermis bawang merah dan Rhoe discolor
2.     Dapat memahami pengaruh konsentrasi gula terhadap epidermis Rhoe discolor.
C.  Dasar Teori              :
1.     Sel merupakan unit terkecil dan fungsional makhluk hidup
2.     Stomata yang terdapat pada jaringan epidermis daun
3.     Sel epidermis yang berbentuk pipih dan tersusun rapat
4.     Sel dapat mengalami plasmolysis.
D.Alat dan Bahan       :
1.     Mikroskop
2.     Pipet
3.     Kaca objek
4.     Kaca penutup
5.     Silet
6.     Larutan gula 10%
7.     Air
8.     Tisu
9.     Daun Rhoe discolor dan bawang merah.
E.  Cara Kerja                :
1.     Sediakan kaca objek bersih, beri setetes air bersih dengan pipet
2.     Kupaslah kulit bawang merah yang berwarna ungu hingga diperoleh kulit tipis (seperti kulit ari) yang disebut sebagai epidermis (pilih kulit bawang merah yang masih segar) dan epidermis bawah daun Rhoe discolor hingga diperoleh selapis sel epidermis
3.     Letakkan epidermis bawang merah dan Rhoe discolor segera (jangan sampai kering) di atas setetes air pada kaca objek yang berbeda, kemudian tutup dengan kaca penutup
4.     Amati dengan mikroskop dan gambar hasil pengamatan tersebut
5.     Pada daun Rhoe discolor setelah diamati dan digambar beri perlakuan. Dari tepi kaca penutup, teteskan larutan gula dengan pipet. Dari tepi yang lain, isap air dengan dengan tisu, agar terjadi pergantian medium
6.     Amati apa yang terjadi setelah diberi perlakuan tersebut.
F.   Hasil Pengamatan dan Pembahasan    :
Sel epidermis bawang merah yang sudah kami amati berbentuk pipih dan tersusun rapat serta rapi. Sel tumbuhan memiliki dinding sel terlihat rapi saat dilihat melalui mikroskop. Sel epidermis bawang merah berwarna keungu-unguan karena mengandung kloroplas meski tak selalu mengandung klorofil. Organel yang dapat kami amati pada sel epidermis bawang merah adalah dinding sel.
Pada daun Rhoe discolor yang tidak diberi larutan gula selnya berwarna ungu dan tersusun rapat. Sedangkan pada daun Rhoe discolor yang diberi larutan gula dengan kadar 10% mengalami plasmolysis sehingga tampak ruangan antara isi sel dengan dinding sel yang semakin luas dan warna isi sel menjadi semakin ungu. Plasmolysis adalah sitoplasma yang mengerut, terjadi karena terlepasnya membrane sel dari dinding sel akibat air yang ada di dalam sel terus keluar sampai terjadi keseimbangan konsentrasi air antara di dalam dan di luar sel. Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi (pekat) larutan gula maka semakin banyak sel yang mengalami plasmolysis. Hal itu dikarenakan konsentrasi air yang ada di dalam sel epidermis Rhoe discolor lebih tinggi dari pada di luar sel (larutan gula).
Rhoe discolor sesudah perlakuan
Rhoe discolor sebelum perlakuan

Epidermis bawang merah
G.Kesimpulan              :
Setelah kami melakukan pengamatan kami menyimpulkan bahwa sel epidermis bawang merah berbentuk pipih dengan warna keungu-unguan dan tersusun rapat. Sel epidermis bawang merah yang dilihat melalui mikroskop, di dalamnya terdapat organel penyusun duantaranya dinding sel kloroplas dan protoplasma.
Pada daun Rhoe discolor selnya berwarna ungu dan tersusun rapat. Sedangkan pada daun Rhoe discolor yang diberi perlakuan selnya berwarna semakin ungu dan tampak ruang antara isi sel dengan dinding sel karena plasmolysis. Semakin tinggi konsentrasi larutan gula, sel yang mengalami plasmolysis semakin banyak. Apabila sel yang mengalami plasmolysis semakin banyak, tanaman dapat mati.
H.Daftar Pustaka        :